| Pilot Project | ||||||||||||
Keseriusan di bidang pengolahan limbah bukan sekedar slogan. Kami wujudkan dengan ikut serta dalam proyek pengolahan limbah sampah antara lain: - Proyek pengolahan sampah Pasar - Proyek percontohan aplikasi Kompos untuk Sawah - Pengembangan Produk untuk Katering Proyek Pengolahan Sampah Proyek ini sedang kami laksanakan di salah satu lokasi di perbatasan Jakarta Timur dan Jawa Barat. Tujuan utama dilaksanakannya proyek ini adalah membantu menurunkan jumlah sampah organik yang diproduksi setiap harinya di Pasar ataupun Masyarakat dengan cara percepatan proses penguraian untuk menjadi Pupuk Cair dan Pupuk Padat atau Kompos. Saat ini kami telah mampu memproses sampah organik yang terdiri dari sayuran yang terbuang, buah-buahan yang terbuang, sampah dapur dan lainnya dengan proses alamiah dan waktu proses jauh lebih cepat yaitu 3 minggu dari proses normal alam yang perlu waktu hingga 3 bulan. Hasil proses yang kami dapatkan adalah berupa Pupuk Cair dan Kompos. Kedua hasil proses tersebut sedang kami ujicoba terhadap tanaman. Tahap pertama adalah untuk tanaman hias. Tahap kedua terhadap tanaman buah dan tahap ketiga untuk massal yaitu persawahan. Semua tahapan ini kami uji berdasarkan cuaca, kondisi media, tumbuhan dan daya tahan. Sehingga hasil yang diperoleh adalah produk Kompos dan Pupuk Cair yang bagus dan teruji. |
|
Kondisi Cuaca kami perhitungkan agar ketika produk ini ditujukan ke pasaran merupakan produk yang sesuai dengan wilayah Indonesia yang beriklim Tropis. Media yang kami maksud adalah media tanam berupa komposisi yang pas untuk beragam jenis tanaman. Tumbuhan yang diujikan dengan komposisi tersebut di atas adalah berbagai jenis tumbuhan antara lain: Anthurium, Aglaonema, Adhenium, Anggrek, Tanaman Buah, Cancifera, Sikas, Kaktus dan lain-lain. Daya tahan yang dimaksud adalah kemampuan tumbuhan untuk bertahan hidup dan berkembang biak di kondisi yang tidak semestinya. Hasil yang diperoleh sementara ini sangat memuaskan. Contoh adalah Aglaonema, secara normal tanaman ini hidup dan berkembang biak di tempat yang cukup teduh sehingga daun terlihat agak redup, dengan warna yang kontras dan batang daun yang gemuk. Di lokasi yang cukup terik bahkan sinar matahari langsung (100%) dan frekuensi penyiraman yang kurang berakibat tanaman mejadi kurus dan cepat layu. Kami uji tanaman ini dengan media kompos hasil olahan Pilot Project. Kompos kami campur dengan komposisi bervariasi,
Komposisi A sesuai untuk kondisi di ruangan atau di teras rumah. Pencahayaan yang cukup menjadikan tanaman ini tumbuh dengan warna daun yang kontras dan tingkat kecerahan yang cukup. Penyiraman cukup 3-4 hari sekali dan pemberian pupuk cair setiap 3-4 minggu sekali. |
Komposisi B sesuai untuk kondisi di luar dengan intensitas cahaya matahari sedang seperti di bawah pohon yang cukup rindang tapi masih mendapat cahaya matahari cukup. Penyiraman bisa 1 x sehari atau tiap 2 hari sekali dan pupuk cair 1 x 2 minggu. Komposisi C sangat baik jika tanaman tersebut berada di luar ruangan dengan kondisi pencahayaan matahari penuh hingga 100%. Tanaman tumbuh sehat, daun tebal, warna cerah dan berkembang biak cukup cepat. Penyiraman 2 x sehari dan pupuk cair 2 x seminggu. Kompos ini sedang berada dalam proses siap edar di masyarakat dengan harga kompetitif dan berkualitas baik. Proses uji yang tidak kalah penting adalah pupuk cair hasil dari pemrosesan sampah organik tersebut sebelumnya. Hasil yang diperoleh cukup menggembirakan mengingat yang beredar di pasaran sekarang ini harganya cenderung lebih mahal daripada pupuk sintetis. Kami sudah dalam tahap penentuan dosis yang pas untuk diterapkan di berbagai jenis tanaman hias, tanaman obat maupun tanaman buah. Tahap berikutnya adalah pengemasan dan harga yang wajar. Aplikasi Kompos untuk Sawah
|
||||
|
Next |
||||||
| Up | |||||||
| ©2007 - B S L | developed & designed by J. Budi Purnomo | www.bsl-online.com | |||||||